Apakah Kucing Boleh Diberi Makan Nasi? Simak Penjelasan Berikut Ini

Kucing memang menjadi salah satu hewan peliharaan yang mudah diberi makan. Selain menyukai makanan yang dijual di pet shop, kucing juga suka dengan makanan yang sama seperti manusia, salah satunya ialah nasi.

Bolehkah Kucing Makan Nasi?

Jika melihat kucing makan ikan tentu menjadi hal yang wajar, tetapi apakah kucing boleh memakan nasi? Penjelasan di bawah ini akan memberikan penilaian tersendiri bagi Anda para pemilik kucing.

kucing makan nasi

Nasi Mempunyai Kandungan Gizi Yang Tidak Baik Untuk Kucing

Apakah Anda pernah memberikan nasi dicampur dengan ikan? Dimana porsi nasi lebih banyak dibandingkan ikannya? Jika pernah, maka kucing tersebut kekurangan banyak nutrisi seperti zinc, lemak, vitamin E dan vitamin B12.

Apabila kucing kekurangan zat dan vitamin tersebut maka akan sangat berbahaya untuk kesehatan kucing itu sendiri,

Lebih baik berikan ia berupa makanan kucing seperti yang sudah dianjurkan. Hal itu untuk menjaga terjadinya masalah pada metabolisme tubuh kucing.

Kucing Membutuhkan Kebutuhan Nutrisi Yang Berbeda

Kucing berbeda dengan hewan lainnya yang dapat mensitesa vitamin dari bahan makanan termasuk tanaman. Nah, ternyata kucing tidak bisa melakukan sintesa vitamin tersebut.

Hewan lucu ini membutuhkan nutrisi yang berasal dari bahan makan hewani seperti asam linoleat, asam arakidonat, vitamin A, vitamin B, asam amino taurine, dan arginine.

Kucing Merupakan Hewan Karnivora

Secara alami kucing merupakan hewan karnivora yaitu hewan pemakan daging. Pencernaan kucing pun dibuat sebagai organ pencernaan untuk makhluk karnivora obligat.

Selain itu, pencernaan kucing memerlukan beberapa protein dan asam amino, dan zat tersebut tidak bisa didapatkan dari bahan makanan selain daging dan bahan hewani lainnya.

Mengkonsumsi Nasi Bisa Mengganggu Sistem Pencernaan

Dalam tubuh kucing hanya terdapat sedikit enzim amilase, yang mana enzim tersebut berguna untuk mengubah karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana. 

Seharusnya nasi atau karbohidrat diubah menjadi glukosa, namun kucing tidak bisa mengubah semua karbohidrat menjadi glukosa karena keterbatasan enzim amilase tersebut.

Nah, karena hal tersebut, mengakibatkan kucing kelebihan karbohidrat di saluran pencernaan dan menyebabkan peningkatan mikroba. Peningkatan mikroba ini mengakibatkan keseimbangan mikroba pada saluran pencernaan.

Terlalu banyaknya karbohidrat dapat meningkatkan fermentasi bakteri pada saluran pencernaan yang mengakibatkan kembung. Akhirnya kucing akan mengalami mencret dan bau fesesnya yang menjadi lebih asam.

Kucing Tidak Membutuhkan Karbohidrat

Memang nasi ini merupakan karbohidrat yang menghasilkan energi apabila dikonsumsi manusia. Beda halnya dengan kucing, untuk mendapatkan energi kucing tidak memerlukan karbohidrat.

Kucing hanya memerlukan protein hewani supaya dapat bertahan hidup. Jadi memberikan asupan karbohidrat kepada kucing bukanlah suatu hal yang dianjurkan.

Itulah beberapa alasan mengapa kucing tidak boleh diberi nasi dan makanan berkabohidrat lainnya. Hm, setelah penjelasan diatas apa kamu masih berani memberikan kucingmu nasi?

 

Tagged