Ketahui Berbagai Tantangan Jalur Karier Sebagai Lulusan Jurusan Psikologi

Banyak orang yang baru lulus psikologi takut meniti karir. Memang, tantangan jalur karir jurusan psikologi ada banyak. Tapi selama Anda tahu hal tersebut, Anda juga bisa cari solusinya. Mari bahas tantangan jalur karir para lulusan psikologi di bawah ini:

Persaingan Kerja yang Ketat

Penghalang paling utama dari jalur karir adalah kesempatan kerja. Di era sekarang ini, kesempatan kerja cukup sempit dan terkadang mengekang potensi seseorang. Banyak orang memilih buka usaha sendiri daripada terkekang karena pasar tenaga kerja dengan persaingan tinggi.

Untuk jurusan psikologi, hal ini juga terkesan jelas. Banyak orang yang baru lulus ingin segera menempati posisi di area marketing, kesehatan mental, jasa terapi, dan konsultan. Tapi area ini tidak hanya jadi perebutan para lulusan psikologi saja. Lulusan bidang studi lain juga ingin terjun di ranah tersebut.

Hal ini membuat persaingan makin ketat. Karena hal ini, mereka yang pas-pasan dari segi kemampuan setelah lulus kuliah bisa tersingkir. Kesempatan kerja yang sempit hanya mengizinkan mereka yang bertalenta dan bersinar achievementnya untuk dapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Sisanya yang sedang-sedang saja harus bertempur di ranah pekerjaan yang mungkin bukan target utama. Hal ini terkadang dipandang menakutkan. Tapi sebenarnya ada solusi untuk membuat platform kerja sendiri. Namun ingat, bahwa jalur buka usaha sendiri akan lebih berat dan perlu dedikasi tersendiri.

Terlalu Memaksakan Jalur karir

Banyak lulusan baru dari psikologi selalu berusaha memilih karir tertentu. Ada yang ingin menjadi dokter kesehatan jiwa walaupun klasifikasinya belum memenuhi. Dokter kejiwaan sekarang ini harus bisa memenuhi standar tinggi untuk diterima kerja. Jika Anda hanya punya skor dan kemampuan biasa, karir ini akan sulit diwujudkan.

Bagi mereka yang memaksakan tetap berada di jalur karir ini, Anda mungkin tidak akan kerja dalam waktu lama. Jikalau bekerja, posisi dokter yang diinginkan bisa berada di tempat terpencil. Daripada merasakan hal ini, Anda harus lebih fleksibel.

Tantangan jalur karir jurusan psikologi seperti ini bisa diselesaikan dengan berpikir kreatif. Selama ilmu Anda bisa diaplikasikan, jalur karir Anda bisa berada di banyak bidang. Contoh saja di perusahaan pabrik. Anda bisa memegang posisi di HRD ataupun di R&D.

Posisi HRD pabrik mungkin tidak semegah perusahaan kantoran, tapi tetap menggunakan kemampuan psikolog Anda untuk manajemen buruh. Sedangkan R&D, Anda bisa mengelola komposisi desain produk baru. Desain warna dan bentuk pada kemasan terkadang bisa memiliki unsur psikis pada manusia. Jadi pengetahuan psikologi Anda tetap bekerja di sini.

Bermasalah Soal Networking

Masalah networking sering menjadi penghalang utama. Mendaftar kerja tidak cukup hanya dengan tunjukan kemampuan. Anda harus bisa networking, komunikasi dan bekerja dalam tim. Mencari jalur koneksi sosial bisa jadi jalan tersendiri merintih karir.

Contoh saja kakak angkatan Anda telah di terima di perusahaan tertentu. Anda bisa tanya-tanya seputar lowongan kerja dan situasi di situ. Dari informasi kakak kelas ini, Anda sudah dapat keuntungan lebih dibanding para pengaju kerja lainnya.

Selama memiliki koneksi dan bisa membuat network, informasi soal pekerjaan bisa didapat dengan mudah. Anda bahkan bisa mengamati trend di banyak bidang hanya karena kenal orang di bidang tersebut.

Sekian bahasan tentang tantangan jalur karir jurusan psikologi. Mudah-mudahan dengan pengetahuan ini, Anda lebih sadar dan mampu persiapkan diri lebih baik. Pastikan kelola kemampuan, soft skill, pengetahuan dan juga disiplin agar halangan tersebut mudah dihadapi.

Anda juga bisa coba masuk perguruan tinggi favorit dan berkualitas untuk dapat kesempatan baik. Di perguruan tinggi berkualitas, biasanya ada koneksi dengan banyak perusahaan untuk dapat kerja lebih mudah. Semoga hal ini bisa memudahkan Anda meniti karir!

Tagged